Toilet Training ala Mak kk

rambut dikeramas akibat kena ompol

Hai mams...

Menjadi ibu baru, tentu senang sekaligus gugup khawatir kurangnya ilmu dalam merawat dan mengasuh anak. Oleh sebab itu, Mak kk jadi rajin searching di internet, hingga lewatlah tulisan dengan istilah Toilet Training. Proses toilet training-nya kk sebetulnya mengalami banyak proses, dan butuh waktu hampir satu tahun lamanya. Materi yang diterapkan pun lebih banyak mengadaptasi dari tulisan-tulisan yang beredar. Karena Mak kk yakin setiap anak itu istimewa dan berbeda, begitu pula dengan sifat pembawaan sang ibu. Maka tenang mama, Toilet Training butuh proses kok!


Jadi, apa itu Toilet Training?

Toilet training atau pelatihan toilet adalah proses melatih anak untuk buang air kecil dan buang air besar di toilet. Salahsatu proses yang mau tak mau harus bisa untuk diterapkan pada anak sejak dini, supaya mandiri ketika sudah besar.

Kapan Sebaiknya Toilet training dilakukan?

Toilet Training bisa dilakukan tidak bergantung dengan usia anak sih kalau kata mak kk mah, karena balik lagi, setiap anak itu istimewa.

Proses Toilet training kk sendiri sebenarnya sudah dimulai ketika usianya menginjak dua tahun lebih sekitar bulan maret 2020, namun sempat bertahan selama dua hari saja karena mak kknya keburu emosinya naik, wkwkwk. Kemudian dilanjutkan lagi di tahun yang sama, pada bulan Agustus. Dan alhamdulillaah berhasil selama 3 atau 4 hari, kalau tidak salah ingat.

Persiapan apa saja yang dibutuhkan untuk Toilet training?

Bagi Mak kk, persiapan toilet training meliputi:

  1. Komitemen ayah dan ibu
  2. Kesabaran yang luas dari ayah dan ibu, serta 
  3. Kerjasama yang tinggi dengan suami. Karena membereskan bekas ompol itu membuat tenaga dan emosi terkuras dengan cepat.
  4. Pembagian tugas yang jelas antara suami dan istri. Sebagai contoh, ketika proses toilet training, kk tiba-tiba buang air kecil di kamar, maka mak kk bertugas membawa kk ke kamar mandi dan ayah kk bertugas untuk membersihkan dan mensucikan bekas ompol tadi. Namun, jika ternyata di rumah sedang ada berdua saja dengan kk, maka opsinya ada dua, bersihkan dulu kk atau bersihkan dan sucikan bekas ompolan tadi.
  5. Kesiapan anak, yang meliputi apakah anak sudah memahami perintah atau petunjuk, mengenal anggota tubuh, dan sensitif terhadap perasaannya sendiri.

Apa saja langkah-langkah supaya anak siap toilet training?

Kalau berkaca pada pengalaman, mak kk menerapkan Toilet Training pada kk yakni:

  1. Senantiasa men"Sounding'kan kepada kk, kalau nanti tidak akan lagi memakai popok sekali pakai lagi.
  2. Melibatkan pihak ketiga, seperti video edukasi tentang buang air kecil dan buang air besar. Contohnya kartun Baby Bus yang bertema buang air kecil dan buang air besar. tentu dengan pendampingan dan penguatan dari mak kk sebelumnya.
  3. Mengenalkan apa saja bagian tubuh yang terlibat dalam proses toilet Training ini.  Seperti tangan kanan, tangan kiri, miss V, dubur, dan lain sebagainya. Tak lupa fungsi dari bagian tubuh tersebut agar kk selalu ingat.
  4. Mengenalkan ekspresi atau perasaan kalau ingin buang air kecil dan buang air besar. Serta meminta kk segera memberitahu Mak kk jika ingin pergi ke toilet.
  5. Melatih untuk melakukan aktifitas buang air kecil dan buang air besar di atas toilet, bukan di atas lantai kamar mandi. Pada saat ini, kk sudah mengerti perintah geser maju dan mundur. Alhamdulilllah memudahkan emaknya kk  memerintahkan kk untuk berada di posisi tepat ketika berada di atas toilet. Kalau tidak tepat, nanti khawatir posisi "jatuh plung-nya" tidak tepat. oh ya, kk pakai toilet jongkok. Memang sih awalnya dia merasa takut jatuh, tapi Mak kk terus menguatkannya, bahwa tidak akan jatuh dan dia pasti bisa.
  6. Memberi contoh cara membilas dengan bersih dan benar. Meski saat itu tangan kk belum sampai, tapi tidak apa-apa yang penting dia tahu terlebih dahulu kalau mau membersihkan harus menggunakan tangan yang mana. Ke arah mana, dan kategori "bersih" itu seperti apa.
  7. Mengajarkan do'a dan adab ketika masuk ke kamar mandi dan keluar kamar mandi.
  8. Mengajarkan cara melepas pakaian sendiri baik itu baju maupun celana. Alangkah membantu sekali jika pada pakaian terdapat motif di salahsatu sisi. Dengan motif tersebut bisa jadi patokan kiri atau kanan, depan atau belakang pakaian supaya tidak terus menerus melakukan kesalahan
ganti baju ketiga kalinya setelah ngompol


Dari kegiatan diatas, proses toilet training-nya kk masih lama, dan mak kk masih sabar alhamdulillah. Masih banyak catatan pula seperti belum istiqomahnya mak kk dan kk untuk diam tidak mengobrol selama di dalam kamar mandi, karena ada saja interaksi obrolan yang terjadi. 

Itulah pengalaman Mak kk dalam melakukan toilet training pada kk. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi ibu-ibu muda yang akan melaksanakan Toilet training pada anaknya. 

Ingat ya mak...yang terpenting dalam mendidik anak adalah ibu  memiliki kesadaran bahwa waktu kesiapan anak-anak berbeda-beda dan itu butuh proses. Kerja sama baik ibu dan ayah maupun orang-orang yang ada di rumah penting demi menjaga kewarasan ibu mendidik anak untuk lulus toilet training.

TENANG, TOILET TRAINING BUTUH PROSES KOK!

Komentar

  1. Noted banget nih. Buat bekal toilet training anak keduaku nanti. Targetnya sih lebih ceper dari kakaknya.

    BalasHapus
  2. Senang membaca postingan ini, tersirat kekompakan ayah dan bunda dalam mengajari anak toilet training. Memang selalu butuh kekompakan, "tim ayah dan ibu" untuk apapun yang terkait anak. :)

    BalasHapus
  3. Dapat banget nih tipsnya untuk si kecil ketika belajar di toilet training. Yang terpenting ayah dan bunda kompak ya mom dalam pembagian tugas.Sip deh thanks untuk info menarik ini.Salam: Dennise Sihombing

    BalasHapus
  4. jadi ingat beberapa hari lalu habis ngobrolin soal toilet training ini ke adek bungsu yg baru jd mamah muda, sampai saya share juga pengalaman toilet training waktu dulu sy terapkan ke anak2 saat masih kecil yg juga saya tulis di Blog, silahkan mampir mba sy jg ada bbrp tulisan tenang toilet training series

    BalasHapus
  5. anak-anak memang istimewa Mak, dan tiap anak berbeda.
    kalau pengalamanku TT dua anak hingga berhasil mau lepas popok, ya ketika sama-sama sudah siap untuk TT ini, ortunya siap (utamanya Mama) dan si Anak sendiri juga siap. :)

    Si Sulung berhasil TT di usia hampir 3,5 tahun, sedangkan Si Tengah berhasil TT hampir usia 3 tahun, keduanya Alhamdulillah cepat (setelah sebelumnya gagal dan berhenti, lalu diulang lagi hingga berhasil) hihih.
    Ini masih PR dengan Si Dedek, ini udah hampir 3 tahun tapi belum lepas diapers juga, beberapa bulan lalu sempat TT meski banyak drama, udah hampir 2 bulan TT belum juga beres, eeh dia sakit berhari-hari jadilah balik lagi ke diapers dan sampai sekarang Mamaknya ini belum memulai TT kembali, fiiuuuhh :D

    BalasHapus
  6. MasyaAllah termasuk cepat dan sangat lancar ya Mbak, untuk proses TT. Anak saya lumayan lama prosesnya, karena saya maju mundur sewaktu LDM sama suami. Tapi alhamdulillah akhirnya kelar juga. Hehe. Sekarang prosesnya belajar mandiri untuk mau membersihkan setelah BAK atau BAB.

    Btw, terima kasih sharingnya Mbak

    BalasHapus
  7. Memang butuh kesabaran dan ketaletan ya supaya sukses toilet training. Aku terakhir melakukan toilet training ke anak sih udah 14 tahun lalu. Sekarang lagi toilet training ke anak kucing :))

    BalasHapus
  8. jadi inget waktu anak saya toilet training nih mak kk, memang harus sabar yang luas dan siap ya, hihi, jadi kangen ingin punya anak lagi eh^_^

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah~
    Proses yang dinikmati di masa kini dan akan menjadi kenangan di masa yang akan datang. Memang kuncinya semua ada pada doa. Semoga Allah mudahkan tumbuh kembang anak-anak agar semakin mandiri.

    Barakallahu fiik~

    BalasHapus
  10. Saya juga baru kelar Toilet training dua anak nih Ma. Anak sulung sampai lima tahun baru berhenti total pampersnya. Adeknya alhamdulillah siang sudah mulai bisa tahan diri, tinggal kalo malem.

    BalasHapus
  11. Duluuu udah coba TT trus aku ga sabar karena banyak cucian. Hahaha. Stop deh. Eh akhir-akhir ini anakku gak mau pakai popok. Kalau di rumah aja yaudah ku turuti walau ompol Dan pup masih belum bilang sebelum udah ngucur. Kudu sabaaar!

    BalasHapus
  12. ini aku dulu toilet trainingnya agak pe-er, yah intinya mah tiap orang tua punya stylenya masing-masing, dan memang selalu ada cerita lucu yaaa pas anak lagi toilet training tuh

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer